maaf

dia menangis sebisanya,  meraung sekencangnya dan berteriak sekerasnya….tapi yang dia lakukan kemudian cuma terisak. Tanpa suara dan hanya setitik air mata

Obat buat cegukan…

Dua hari kemarenan (mulai selasa malem sampe kamis malem) gwe berhasil mengundang simpati banyak orang hehehehehe…

Gara-gara cegukan gak berenti-berenti, sementara mo berobat kayaknya sayang duitnya, akhirnya gwe pasang status di YM: “Ada yang tau cara ngilangin cegukan? Udah dari semalem belon sembuh nih? ”

Dan ternyata banyak juga yang memberi perhatian (bukan solusi). Mulai dari pacar (tentunya), temen kantor (yang terus keganggu suara cegukan) sampe orang yang bahkan gwe gak tau namanya tapi id ym-nya ada di list friends gwe.

Hari Pertama
1. Pacar
(11:01:47 AM) adis: om Ni….
(11:01:54 AM) di_nopride: ya
(11:02:05 AM) adis: :)
(11:02:35 AM) di_nopride: cegujkannya belon ilang nih
(11:02:57 AM) adis: wahg
(11:03:00 AM) adis: parah amat
(11:03:06 AM) adis: minum yg bnyk dunk Ni..
(11:03:11 AM) di_nopride: iyah
(11:03:14 AM) di_nopride: udah, ndut
(11:03:28 AM) adis: masa g brenti2?
(11:04:04 AM) di_nopride: pas tidur sih berenti
(11:04:06 AM) di_nopride: :D
(11:04:31 AM) adis: haaahaaahaaaaaa
(11:04:35 AM) adis: iya lah

2. Kapten tim futsal detik-kickers (hasil kopi-paste)
(01:50:20 PM) ondold: Cegukan terlihat sepele, namun bila sudah berlangsung lama, menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Karena tidak hanya menyangkut tenggorakan, tapi juga organ-organ lain. Termasuk di dalamnya otot-otot diagfragma, katup di tenggorokan, dan susunan saraf pusat (otak). Serta saraf tepi.
(01:51:23 PM) ondold: Untuk mengatasi cegukan sementara waktu bisa dilakukan dengan cara: 1. Meminum air hangat 2. Tarik dan buang nafas,
(01:51:36 PM) ondold: 3. Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa saat hingga cegukan hilang.
(01:52:04 PM) di_nopride: wah, terimakasih
(01:52:06 PM) di_nopride: :D
(01:52:11 PM) ondold: sama-3

3. Temennya pacar
(12:38:07 PM) oscar hariman: minum aer segentong don…
(12:38:17 PM) oscar hariman: absen…
(12:38:21 PM) oscar hariman: dijamin tuh cegukan ilang berganti kembung
(12:38:23 PM) oscar hariman: :))
(12:38:35 PM) di_nopride: heheheh
(12:38:43 PM) di_nopride: gak ngaruh, car
(12:38:47 PM) di_nopride: udah dari semalem
(12:39:12 PM) oscar hariman: udah coba nyium sandra dewi belom?
(12:39:31 PM) di_nopride: :=))
(12:40:03 PM) oscar hariman: kayaknya cepet ilang don cegukannya
(12:40:06 PM) oscar hariman: =))
(12:40:59 PM) di_nopride: pastinya
(12:41:01 PM) di_nopride: :D

4.Seorang sahabat
(02:45:50 PM) putra mahardika: tahan napas, itung sampe 11 don
(02:45:56 PM) putra mahardika: klo bisa sambil minum aer
(02:48:18 PM) di_nopride: nahan napas sambil minum aer gitu
(02:48:23 PM) di_nopride: apa satu2 dikerjainnya
(02:48:24 PM) di_nopride: ??
(02:48:35 PM) putra mahardika: dibarengin
(02:48:46 PM) putra mahardika: minum aer, pas nelennya nahan napas sampe itungan ke 11
(02:50:52 PM) di_nopride: yah put, dalam proses tahan napas aja cegukannya dateng
(02:51:24 PM) putra mahardika: eh giling….
(02:51:28 PM) putra mahardika: kasus baru nih….
(02:52:06 PM) di_nopride: iye makanya
(02:52:09 PM) di_nopride: dari semalem nih
(02:52:15 PM) di_nopride: gwe ampe rada2 khawatir
(02:52:27 PM) putra mahardika: coba aja cek ke dokter don
(02:52:58 PM) di_nopride: iya deh, nanti Insya Allah

5. Mantan temen kantor
(12:47:44 PM) rurin_aggia: caranya…masukin biji kedongdong trs digaruk2 aja…
(12:48:08 PM) di_nopride: :))
(12:48:38 PM) di_nopride: pake nanas lebih manteb kayaknya
(12:48:56 PM) rurin_aggia: jgn
(12:49:16 PM) rurin_aggia: nanas akan melunturkan kehamilan muda
(12:49:20 PM) rurin_aggia: bahaya
(12:50:27 PM) di_nopride: kan cuma digaruk2 doang
(12:50:32 PM) di_nopride: gak sampe ditelen

6. Klo gak salah pr ANteve (abis belon pernah ketemu, tapi di fs keliatan cakep banget). *JANGAN DI-SKIP… SALAH SATU SARANNYA LUCU BANGET
(03:57:03 PM) yasmin_audi: tarik nafas dalam2, atau minta dikagetin orang, atau liat matahari. insya allah ilang.. met mencoba
(03:58:02 PM) di_nopride: tarik nafas udah dan gak ngaruh, liat matahari gak bisa (mendung). Nah yang dikagetin belon nyoba
(03:58:05 PM) di_nopride: tengs..
(03:58:17 PM) yasmin_audi: :D ok

HARI KEDUA
Status ym udah berubah “Cegukan hari kedua: udah berliter-liter air diminum tapi cegukan gak ilang juga. Ada saran lain?

7. Rurin lagi (mantan temen kantor)
(02:43:44 PM) rurin_aggia: mau ngilangin cegukan?………….
(02:43:52 PM) di_nopride: iyah
(02:43:55 PM) di_nopride: :(
(02:44:58 PM) rurin_aggia: minum air panaaaaaaaaaaaassssssssss
(02:45:09 PM) rurin_aggia: sama nungging deeeh
(02:45:15 PM) di_nopride: serius nih…?
(02:45:42 PM) rurin_aggia: air panas ya

8. Anak detikinet
(02:30:56 PM) ashalaja: saran dari gw ut cegukan loe don: perbanyaklah
istighfar, niscaya Yang Maha Kuasa akan menghilangkan cegukan loe..:)
(02:31:18 PM) di_nopride: :))
(02:31:35 PM) di_nopride: amien

9. Seorang sahabat
(02:48:44 PM) putra mahardika: ya ke dokter aja don….
(02:49:35 PM) di_nopride: :(
(02:49:39 PM) di_nopride: belon sempet

10. Dulu temen ngerokok bareng dan musuh maen wii kalo piket malem, sebelon dia pindah kantor
(02:59:24 PM) anggadha: elu kayak org jepang klo lg mabok aja
(02:59:53 PM) di_nopride: :))

11. Oscar maning
(03:08:35 PM) oscar hariman: lo cegukan karena efek psikologis kali don?
(03:08:41 PM) oscar hariman: siap kan?
(03:08:43 PM) oscar hariman: :))
(03:12:11 PM) di_nopride: :))

12. Indra temennya gagah
(03:12:00 PM) IndraDetik: potong aja lehernya
(03:12:04 PM) IndraDetik: pasti ga cegukan
(03:12:30 PM) di_nopride: :((

13. Mantan anak detik yang sekarang tinggal di Jerman (*ngiri)
(03:22:17 PM) fitraya_ramadhanny: coba minumnya air anget, ato minta dikagetin
orang, ato ngga coba naek halilintar di dufan hehehe
(03:23:09 PM) di_nopride: yang dua pertama udah dicoba… dan gagal
(03:23:16 PM) di_nopride: yang terakhir layak dipertimbangkan tuh
(03:23:17 PM) di_nopride: :D
(03:23:31 PM) fitraya_ramadhanny: obat cegukan yg mahal hehehehe
(03:23:38 PM) fitraya_ramadhanny: ky anak kecil aja loe cegukan

14. cwek detiknews
(06:11:37 PM) ken_yunita: coba ketawa kenceng2…hahahahaha

15. Ini dia yang paling ditunggu-tunggu. Setelah begitu banyak saran, akhirnya ada juga yang kasih masukan dengan bumbu-bumbu medis. Kata ondold sih doi anak detiksurabaya

(04:10:43 PM) ichantiq_23: cegukan ta bos
(04:12:36 PM) ichantiq_23: bisa karena perubahan cuaca yang mendadak,dari panas
ke dingin atau sebaliknya. trus memakan makanan yang terlalu panas atau dingin,
minum alkohol, merokok atau mengalami stres.
(04:16:38 PM) di_nopride: solusinya??
(04:18:03 PM) ichantiq_23: sdh coba “Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk
ke arah perut”??
(04:18:44 PM) ichantiq_23: atau
(04:19:14 PM) ichantiq_23: Tarik dan buang nafas, trus tampung di kantong atau
kertas tertutup selama kurang lebih satu menit. Hidung dan mulutnya masuk ke
dalam kantong
(04:19:27 PM) di_nopride: Hmmm…..
(04:19:28 PM) di_nopride: belum
(04:19:56 PM) ichantiq_23: ini fungsinya, : menahan dan meningkatkan CO2, sebab
menurunnya jumlah CO2 dalam darah bisa sebabkan cegukan.
(04:20:19 PM) ichantiq_23: setelah itu istirahat dan diulang lagi
(04:20:38 PM) ichantiq_23: atau
(04:20:48 PM) ichantiq_23: bisa juga menelan gula batu.
(04:21:44 PM) di_nopride: Oke..
(04:21:49 PM) di_nopride: tengs ya…
(04:21:57 PM) di_nopride: :D
(04:21:59 PM) ichantiq_23: coba aja dulu

“Mbak, Tolong Turun dari Pangkuan Saya”

Sayangnya kalimat itu tak kunjung keluar dari mulut saya — yang saya yakin saat itu dalam posisi sedikit ternganga. Mungkin terlalu menikmati apa yang tersaji di depan mata, yang pasti si embak yang saya maksud akhirnya baru turun setelah musik pengiring berhenti berdentam dan beberapa kali buah dada sebelah kirinya menyentuh mulut, hidung dan mata saya.

Tunggu, tunggu…. Jangan salahkan gwe kalau tiba-tiba terlibat dalam situasi seperti itu. Silakan tuding teman2 (hahahaha, sori nih Sal, Jul) yang mengundang saya ikut karoke.

Ini bukan kali pertama saya gabung dengan mereka, sebelumnya bahkan pernah mengunjungi segelintir klub malam di Selatan Jakarta untuk sekedar ikut membantu “liputan” mereka. Saya pikir kalau clubbing saja aman, maka tak harus ada yang dikhawatirkan dari sebuah acara karoke.

Tapi tebakan itu ternyata salah besar. Sesuatu yang bersifat private – saya tahu kini – ternyata lebih berbahaya daripada yang menjadi konsumsi bersama di depan publik.

Saat masuk ke ruang karoke yang saya yakin lebih besar dari ruang tamu di rumah saya, semuanya masih terasa seperti karoke biasa, meski semuanya terlihat jauh sangat mewah. Tiga televisi layar lebar menempel di tembok berwarna gelap, sementara dua orang teman saya sudah datang lebih dulu.

Sperti saya bilang tadi, sampai satu jam pertama tak ada yang spesial dari acara karoke itu. Tapi semuanya berubah setelah seorang pria yg saya tebak menjabat manajer di tempat itu masuk dan berbicara akrab dengan salah seorang teman.

Tak lama pria itu keluar tiba2 layar televisi berhenti menayangkan lagu yg kami pilih. Dalam hitungan detik, tiga orang wanita berbusana sexy - mungkin tak tepat disebut busana karena hanya beha dan celana dalam yg mereka pakai - masuk ke dalam ruangan kami.

Ah, ini masih masuk kategori “biasa” buat saya. Selanjutnya bisa ditebak, diiringi detuman lagu mereka muali menari, melnggak-lenggok, memasang wajah super nakal sambil meraba tubuhnya sendiri, sungguh meompa adrenalin dan memacu detak jantung.

Tapi lg2 saya dibuat terkejut karena  merka kemudian menghampiri kami bertiga yg masih duduk anteng di sofa warna krem itu. Saya punya firasat buruk, maka kaki sebelah kanan pun saya pangkukan ke kaki sebelah kiri, sementara rokok putih yang bersisa setengah saya isap dalam-dalam.

Sial, pertahanan saya bobol dalam waktu singkat. Hanya dengan satu langkah lebar, salah satu sexy dancer itu sudah nangkring di atas pangkuan saya. Dia mulai menari dan menggesek sementara kedua tangannya merogoh ke bawah baju.

“Mbak, Tolong Turun dari Pangkuan Saya”

Sayangnya kalimat itu tak kunjung keluar dari mulut saya — yang saat itu sepertinya dalam posisi sedikit ternganga. Mungkin terlalu menikmati apa yang tersaji di depan mata, yang pasti si embak yang saya maksud akhirnya baru turun setelah musik pengiring berhenti berdentam dan beberapa kali buah dada sebelah kirinya menyentuh mulut, hidung dan mata saya.

Pendosa

——————————- Original Message ——————————-
Subject: Dosa Gak yaaa….
From: “*****” <*****@******.com>
Date: Tue, July 29, 2008 1:09 am
To: ****@****.*****.com (gwe)
——————————————————————————–

It’s not over yet, bro….

Pendosa itu aku

Ahh..

jagan salahkan bintang dan bulan yang tak bersinar
Jangan pula kau kecam angin yg meniupkan nada-nada dingin nan sumbang soal kehidupan

Malam adalah saat dimana alam mencari keseimbangan
Memunculkan wajah murung para pendosa ajaran tuhan

Tidak..
Bodoh jika kau munuduh sang waktu yang bertanggung jawab atas nasib
Jalan itu kau yang memilih, jangan lantas kau dustai

Oh khalik penciptaku..
Masih adakah pagi untuknya?
Hangat dan terang penghapus deritanya

Dia datang padaku dengan airmata wahai tuhan yang kusembah
“perempuan harus mencari kebahagiannya sendiri” ungkapnya suatu waktu.

Lalu hatiku bertanya dimana kiranya kebahagiannya yang kau cari.
Adakah itu kau temukan padaku..?

Ahh..kenapa kini aku yang menghujat malam.
Mengutuki bintang dan bulan. Mengusir angin pembawa nada sumbang kehidupan.

Malam..jangan kau cepat menghilang.
Jika kau harus mengalah pada terang, bawa serta aku ke tempat kau bersemayam

Akulah pendosa itu tuhan..

Negara Kelima

BUBARKAN INDONESIA
BEBASKAN NUSANTARA
BENTUK NEGARA KELIMA!!!

Sudahkah kalimat di atas membuat kita merinding…?

Ke teman yang merekomendasikan buku ini gwe bilang: “tengs, ini buku lokal terbaik setelah saman dan larung-nya Ayu Utami”.

Ceritanya tentang upaya detsus anti teror menggagalkan upaya sebuah kelompok yang dicap sebagai teroris bernama Kelompok Patriotik Radikal (Keparad). Pembunuhan demi pembunuhan dan intrik berbalut tipu daya mengiringi jalan cerita buku ini.

Yang membedakannya adalah “tawaran” untuk melakukan perubahan besar (revolusi) terhadap negara ini. Tawaran yang diiringi kenyataan bahwa Indonesia ini memang sudah bobrok dan tinggal menunggu waktu para kaum mudanya bergerak menyelamatkan Nusantara.

Benarkah atlantis itu adalah kepulauan nusantara? Itulah salah satu hal menarik yang coba diangkat Es Ito dalam bukunya. Tapi terlepas dari masalah atlantis (padahal itu tidak bisa dilepaskan begitu saja karena menjadi salah satu bagian utama dari pusat cerita), buku ini tak cuma menawarkan sebuah kisah soal usaha menggagalkan pemberontakan dengan berbagai pelengkapnya.

Kita seperti disadarkan kembali akan keterpurukan bangsa ini jika dibandingkan dengan kejayaan bangsa ini di masa kerajaan. sebuah penelusuan untuk menyadarkan kita akan jati diri dan kebanggaan besar yang harusnya dimiliki Nusantara dan kita sebagai penjaganya.

Sangat menggugah, terutama buat anak muda yang punya idealisme dan “kesadaran” yang lebih murni. Intinya menawarkan obat untuk menyembuhkan sakit kronis yang diderita bangsa ini. Obat yang rasanya pait dan pastinya gak semua orang setuju mengkonsumsinya karena bernama revolusi.

Gwe gak tau deh kira-kira banyak ato sedikit orang Indonesia yang punya kegelisahan sama kaya gwe. (Sebenarnya belum layak disebut kegelisahan juga sih, soalnya kadang kalo udah cape mikir sendiri akhirnya gue lupain aja).

Tapi mikirin nasib dan masa depan bangsa ini emang bkin kita miris dan kita seperti dipaksa berpikir pesimis kalau sesuatu yang lebih baik bakal datang dan mengubah kondisi super-statis bangsa ini.

Nah, kegelisahan (kalo yang gwe rasain itu emang sebuah rasa gelisah ya) itu ditangkap dan diterjemahkan melalui kata-kata dengan sangat baik oleh Es Ito di bukunya Negara Kelima.

Membaca buku ini menimbulkan kebanggaan besar terhadap sebuah negara bernama Indonesia. Kebanggaan akan sebuah kejayaan masa lalu yang pernah dan entah apakah akan bisa kembali lagi.

BUBARKAN INDONESIA
BEBASKAN NUSANTARA
BENTUK NEGARA KELIMA!!!

‘Negara Brengsek!!’

PIM (Pondok Indah Mall), Kamis (19/6/2008), 21.15 WIB

Bapak (ini cuma tebakan saya): Bagaimana sih?!! Emang tadi naruhnya di mana?

Anak (begitulah setidaknya menurut pengamatan sekilas saya): Iiih.. ya gak tau. Namanya juga lupa. Udah deh, orang lagi susah malah diomelin sih

Bapak: Coba cek bon-bon kamu, liat transaksi terakhir jam berapa! Udah diblokkan semua atm sama kartu kredit ?!

Anak: Iya udah…!

Bapak: Lagian gimana sih, dompet kok bisa ilang. Udah tau tinggal di negara brengsek kayak gini. Bukannya hati-hati….

Stuck? Selingkuh aja

Ngerasa hidup lo datar? Bosen dengan rutinitas yang lo rasa perlahan membunuh diri lo sendiri? Sadar hidup lo Cuma sekali tapi kok ngerasa gak ada pengalaman yang 100% beda? Butuh memacu adrenalin? Ubah semuanya, lo bisa dapetin suasana yang bener-bener baru kalo lo… selingkuh (!)

Setidaknya begitu pengakuan seorang teman.

Gwe inget banget beberapa bulan lalu kalau ketemu dia yang kliatan Cuma tampang kusut yang — gwe yakin — adalah gambaran dari apa yag ada di pikirannnya. Ditemenin berbatang rokok putih, teman itu bercerita panjang lebar soal pengalaman barunya.

***

Teman: gw abis nonton *** (sensor).
Saya: Ajrot.. Yoi’ keren tuh film. Nonton sama P (pacar) ya?
Teman: Bukan. Sama S (yang di akhir cerita jadi selingkuhan).
Saya: S yang itu? Yang dulu ********* (sensor) itu? Kok bisa? Trus sapa lagi?
Teman: Udah, berdua doang
Saya: Busyet… berdua doang?
Teman: Iya hehehehe…. Di PIM hari minggu kemaren.
Saya: Sakitt lo. Bukannya udah merit dia?
Teman: Iya…
Saya : Mati aja lo
…..

***

Setelah diskusi tidak bermoral itu, gak keitung berapa kali gwe dan teman berbagi pengalaman soal petualangan yang gwe pikir Cuma ada di sinetron itu. Mulai dari chatting, sms sampai beberapa kali ketemuan.

Suatu hari di malam minggu, gwe liat teman uring-uringan sendiri.

Saya: Kegep sama P ?
Teman: gak, itu sih aman. S hamil
Saya: Masya Allah….
Teman: Bukan sama gwe ‘njing. Megang aja gak pernah. Ya sama lakinya lah..
Saya: oooo.. (setengah percaya)

***

Sembilan bulan berselang gwe gak pernah denger lagi teman cerita soal S. Sampai tiba2 ada sms masuk.

From: Teman
To: Saya
“S udah lahiran tuh. Gwe disuruh jenguk ke rs. Dateng gak ya…? Takut gwe ketemu suaminya….
From: Saya
To: Teman
“Hahaha mampus lo…Udah datengin aja. Dia kan temen lo juga. Kalo tau-tau anaknya mirip lo ya ngaku aja lah (hehehe)
….Lima jam kemudian….
From: Teman
To: Saya
“Alhamdulillah, anaknya cwe dan mirip baget sama bapaknya (hehehe). Lagi lo ada2 aja sih. Gak mungkinlah mirip gwe, kalo ketemu aja paling salaman. Kalo salaman bkin hamil buat apa kita kawin…??”

 

***

Stelah itu, episode kedua hubungan antara teman dan S mulai lagi (saat itu teman dengan tegas menolak kalau dia dikatakan selingkuh. “Cuma teman deket aja”, dia ngeles).

Ada yang berbeda dengan hubungan dekat (karena si teman tetep kekeuh kalau apa yag di lakukanya gak masuk kategori selingkuh) jilid II ini. Tampangnya gak kusut lagi, dia banyak senyum, bawaanya ceria, kerjaannya gak keganggu seperti edisi pertama lalu.

Berbatang rokok putih lagi-lagi jadi saksi. Teman itu cerita dengan antusias bagaimana pertemuan terakhirnya (yang kalau dihitung mungkin seminggu bisa dua sampai tiga kali) . Gwe pribadi bingung gimana dia ngatur jadwal, soalnya kerjaan dia tuh kadang bkin gwe ikut stress ngebayangin ritme yang gak jelas.

Kalau dulu teman itu cerita dengan wajah ditekuk, sekarang mukanya gak bisa berenti senyum.

***

“Witing tresno jalaran soko kulino, wah dasyat juga tuh pepatah ya,” teman membuka pembicaraan.

Saya: Hmmm……
Teman: Efeknya mulai terasa…
Saya: Hmmm…..
Teman: Aneh ya… Gwe punya cwe dan dia punya suami. Kita sama-sama tau, kalau ketemu selalu nanya kabar pasangan masing-masing. Selalu memberi nasihat untuk hubungannya masing-masing. Tapi ….
Saya: Tapi apa..?
Teman: Tapi kenapa gwe sama S tetep kayak gini ya. Selalu ngingetin untuk gak lupa makan, nanya lagi apa, nanya jadwal ketemuan selanjutnya, ngomongin film baru sambil bikin rencana nonton… Banyak deh
Saya: Terus..?
Teman: Gak tau deh. Ada yang menyenangkan dari hubungan gwe sama S. Gwe gak tau apa… Rasanya menyenangkan.
Saya: Seneng gimana? Udah macem2 lo ya?
Teman: Astagfirulloh…Gila kali gwe ya. Masih sama kayak dulu, megang aja gak pernah
Saya: Terus..
Teman:Tau deh. Sekarang ada dua orang yang nyemangatin gwe. Dua-duanya selalu ngajak gwe berdiri kalo lagi jatuh, neriakin gwe dari belakang untuk tetep semangat, mengingatkan untuk sholat. Dua-duanya… dua-duanya ….
Saya: P (pacar) gimana?
Teman:Masih lanjut. Baik aja kok.Tau deh udah curiga apa belom?
Saya: Awas lo, ntar suami dia yang tau duluan trus ndatengin kantor lo sambil bawa golok..hahahaha
Teman: Anjing lo…
Saya: Jadi selingkuh nih?
Teman: Iya kali ya…
Teman: Tapi gak pake sex..gandengan tangan aja enggak. Selingkuh sehat. Bkin makin semangat. Semangat buat ngapa2in.
Saya: Hmmmm…

***

Beberapa menit lalu:

Teman: Yakin lo mo naikin
Saya: Iya.. siapa tau jadi inspirasi buat bayak orang. Biar kinerjanya lebih baik….. Biar selingkuh hehehe. Yang penting minus sex kan..?
Teman: Terserah lo deh ‘njing. Aman gak?
Saya: Paling nnt gwe kirim email ke lakinya S. Lo siap2 aja…
Teman: Tai lo…

“aku menulis maka aku ada”

Cogito ergo sum (Aku Berpikir Maka Aku Ada) kata Descartes. Karena gwe bukan lulusan filsafat — cuma fikom jurusan jurnalistik — gwe gak mau pusing dengan segala kemampuan gwe berpikir yang membuat gwe ada.

“Aku Menulis Maka Aku Ada” cuma pinjem istilah Monsieur Descartes dengan sedikit “modifikasi” biar keliatan keren aja. Soalnya gwe ada di sini kan karena gwe nulis. Kalo gak nulis mungkin gwe gak ada disini. (hehehe, kesimpulan macam apa tuh).

Tapi ada benernya juga kali ya? Kalo gak karena nulis gak mungkin gwe ada disini — pojokan kantor sambil sekali-kali ngecek berita terbaru di BBC, TheSun, Sky, Eurosport atau apalah seabrek situs referensi berita lain.

Kalo gak nulis, kira2 mau jadi apa ya gwe…? . Jadi atlet kayaknya enak juga ya (yang kaya dan sukses pastinya, dan gak tinggal di Indonesia), atau kerja di game developer (yang kebayang tiap hari maen game terus, hehehehe).

Yang pasti kalo gak karena nulis, gwe gak akan ngeliat (baca: sanggup beli) Sony Ericsson M600i yang dah enam bulan ini bikin kantong kanan celana gwe terasa lebih sempit, maen splinter cell: double agent atau Winning eleven di ruang tengah rumah, teriak “I think I’m drowning Asphyxiated I wanna break this spell That you’ve created” sambil ngeliat ekspresifnya Matthew Bellamy di istora, atau ketemu Lewis Hamilton di sepang dsb-dsb. (khusus sepang dan hamilton dibayarin kantor sih).

Tapi….tapi siapa tahu kalau gak nulis gwe udah bisa jalan-jalan lebih jauh, senang-senang lebih banyak, nyanyi-nyanyi lebih sering, rutin gonta-ganti henpon…. Siapa tau kan ?

Tentu saja gwe menulis bukan sekedar mencari “keberadaan” dalam bentuk materi — meski porsinya lebih besar (98:2 deh, hehe). Ada kepuasan lain saat orang ngebahas apa yang gwe tulis, saat orang lain menikmati apa yang jadi pikiran gwe, saat orang lain setuju dengan apa yang gwe tawarkan.

intinya…
apa ya intinya..? Intinya bersukur aja deh buat semuanya.
Bersukur kalau ternyata tulisan yang gwe ketik jam 3 dinihari ternyata masih layak naik di HL besok paginya jam 8.

(Pageviews berapa ya…? )

gak trendi

Gwe bukan orang yang suka ngikutin tren apapun itu bentuknya. Jadi kalo gwe tiba-tiba “mendaftarkan” diri di blog detik ini jelas juga bukan karena tren blog lagi booming (meski kayaknya udah lumayan lama ada dan gwe aja yang rada ketinggalan — mungkin ada hubungannya dengan tidak trendinya gwe itu tadi). 

Jadi, kenapa gwe akhirnya bisa terdampar disini? Entahlah…entah

Pernah suatu ketika gwe bkin blog. Tapi selanjutnya gak jelas gimana nasib itu blog. Mudah2an yang satu ini punya peruntungan lebih baik.

Soalnya ada sedikit ke-fardu-an dlm blog ini. Tapi no problemo juga sih. Sekalian menyalurkan yang selama ini mungkin tersumbat…Selamat datang buat gwe sendiri.

Semoga betah, anggap aja rumah sendiri …